Organisasi Santri Wali Songo (OSWAS) 910

OSWAS (Organisasi Santri Wali Songo) in News
Menatap Pasti Hari Esok Dengan Belajar Melalui Wadah Oswas


Sekilas TENTANG OSWAS

Organisasi Santri Wali Songo (OSWAS) merupakan salah satu wadah pelatihan diri dalam menghadapi tantangan zaman mendatang, sekaligus sebagai wujud pengabdian diri dalam membantu penyempurnaan pendidikan dan pengajaran yang islami di Pondok Ngabar.
Selain Itu, OSWAS MerupakanOrganisasiSantriresmi yang ada di Pondok
Ngabar ini yang kedudukannya sebagai pemicu dan pendukung berjalannya aktivitas santri, terkhusus aktivitas yang bersifat ekstrakulikuler. Organisasi yang baru genap berusia 7 tahun ini, dalam kontennya merupakan organisasi santri yang berasaskan islam, dan roda kepengurusannya pun tetap berjalan dibawah naungan Dewan Majlis Pembimbing Santri, dan Pimpinan Pondok yang sekaligus sebagai pelindung akan adanya organisasi ini.
OSWAS yang telah resmi berdiri pada hari Kamis, tanggal 13 Maret 2003 M/14 Muharram 1424 H ini, kini masih tetap eksis dalam membantu menegakkan sunnah-sunnah pondok dan mengelola kegiatan santri, bermodal dengan potensi 23 orang pengurus handal yang datang dari penjuru nusantara. Dengan tekad dan niat yang sama dalam mengabdikan diri kepada Ma’had, membuat mereka dengan ikhlas dan tanpa menyerah terus berusaha untuk menyalurkan pemikiran dan kemampuannya dalam memberikan hal yang terbaik untuk pondok sekaligus mengamalkan tujuan utama kedatangannya yakni belajar dan beribadah.
Melalui OSWAS, berbagai macam kegiatan santri dikelola dan dikembangkan. Tidak hanya kegiatan yang bersifat harian dan mingguan saja, namun kegiatan bulanan dan tahunan santri juga tengah

dikelola oleh OSWAS, bahkan kegiatan-kegiatan kursus lainnya pun ikut menjadi penyempurna yugas mereka.
Pasalnya, OSWAS merupakan organisasi yang sangat penting adanya demi kemajuan santri. Harapan besar telah diamanahkan dipundak OSWAS, bahwa kedepannya OSWAS diharapkan akan hadir sebagai ajang yang benar-benar dapat diacungkan jempol dalam pelatihan pengembangan potensi diri dan mengelola kegiatan santri, sebagai lading amal untuk pondok tercinta.
Selain itu, tujuan keberadaannya juga dimaksudkan agar dapat membentuk pribadi-pribadi muslim yang bertaqwa, kreatif, bertanggung jawab serta berperan aktif atas kesempurnaan pendidikan dan pengajaran Pondok Ngabar.
Kini, OSWAS beranggotakan seluruh santri Pondok Ngabar dengan kwualifikasi sebagai “anggota biasa”, yang kemudian disebut “anggota kehormatan” yakni para dewan guru yang duduk di dewan Majlis Pembimbing Santri dan bapak pimpinan pondok, serta disebut sebagai “anggota luar biasa” bagi beliau-beliau yang tidak tercantum dalam kwalifikasi diatas, yang menerima dan menyetujui tujuan organisasi ini.
Kemudian, OSWAS merupakan organisasi yang tidak memiliki perbedaan yang segnifikan dengan organisasi-organisasi lain yakni dengan ditentukannya struktur keorganisasian. Di OSWAS, tingkat pertama dipegang oleh Badan Penasehat dan Pertimbangan (BPP), kemudian urutan kedua dipegang oleh Dewan Pengurus (DP), kemudian diembankan kepada pengurus rayon dan berakhir pada pengurus kamar.

 MUSYAWARAH ANGGOTA (MA) KE-6, LAPORAN PERTANGGUNG JAWABAN DAN SERAH TERIMA AMANAH


Dalam berorganisasi, program kerja merupakan faktor yang cukup vital adanya demi kemajuan kepengurusan yang akan dijalani. Karenanya, OSWAS mengadakan Musyawarah Anggota (MA) disetiap akhir periode pengurus lama. MA diikuti oleh seluruh pengurus OSWAS dan seluruh santri di kelas V (lima) Tarbiyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (TMI), didalamnya dibahas tentang usaha/kegiatan yang telah dilakukan pengurus lama selama satu periode sekaligus menentukan program kerja bagi pengurus baru yang akan dilantik.
Selain MA, diakhir kepengurusan juga diadakan Laporan Petanggung Jawaban (LPJ) pengurus lama. Kerena pada hakekatnya, jabatan dalam OSWAS bukanlah semata-mata jabatan yang hanya diberikan oleh Pondok dengan mudahnya, melainkan sebuah amanah yang perlu dipertanggungjawabkan sekaligus sebagai ajang membentuk pribadi yang bertanggungjawab dan amanah.
Maka dipenghujung kepengurusan setelah satu periode (sekitar satu tahun) menjalankan roda kepengurusannya, diadakanlah Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) yang kemudian dilanjutkan dengan serah terima amanah pengurus OSWAS lama ke pengurus OSWAS yang baru.

 BEDAH OSWAS LEBIH DALAM
Dewan Pengurus Organisasi Santri Wali Songo (OSWAS) adalah mereka
yang sedang duduk di bangku kelas V (lima) Tarbiyatul Mu’allimin atau Mu’allimat Al-Islamiyah yang telah dipilih berdasarkan Musyawarah Anggota (MA) dan kemudian disetujui oleh Badan Pertimbangan dan Penasehat (BPP), adapun mengenai masa jabatan yang diemban hanya berumur satu periode saja. Kini, OSWAS memiliki tiga Badan Pengurus Harian (BPH) yang terdiri dari seorang ketua/presiden, sekretaris dan bendahara.
Tidak cukup itu, OSWAS juga memiliki 12 bagian yang menjadi pioner utama berjalannya organisasi, diantaranya: Bagian Keamanan, Bagian Pembinaan Mental dan Spiritual, Bagian Bahasa, Bagian Pengajaran, Bagian Kesehatan, Bagian Prasarana, Bagian penerangan, Bagian Penerimaan Tamu, Bagian Kesenian dan Ketrampilan, Bagian Perpustakaan, Bagian Olahraga, dan Bagian Kepramukaan.
Roda pemerintahan OSWAS pada periode ke-tujuh ini telah berputar selama kurun waktu 4 bulan yang diawali dengan dilaksanakannya Resuffle dan Serah Terima Amanah yang diadakan pada hari Jum’at tanggal 30 Oktober 2009 M/11 Dzulqo’dah 1430 H dari pengurus OSWAS Periode 2008-2009 M ke Periode: 2009-2010 M. Pelantikan yang berlangsung di Gedung

Auditorium itu, dipimpin langsung oleh ketua MPS Putra H. Zaki Suaidi Bahrudin, Lc,MA.Hons dengan disaksikan langsung oleh Pimpinan Pondok KH. Heru Saiful Anwar, MA, dan Direktur Tarbiyatul Mu’allimin Al-Islamiyah yang bertindak sebagai saksi penandatanganan serah terima amanah, serta dihadiri oleh seluruh elemen santri dan Dewan Majlis Pondok Ngabar dalam prosesi pelantikan 24 orang pengurus tersebut. Adapun mengenai nama-nama pengurus dan pembagian bagian sebagai berikut:

FORMASI KEPENGURUSAN
ORGANISASI SANTRI WALI SONGO (OSWAS)
PERIODE: 2009-2010 M


Pelindung Pimpinan Pondok Pesantren “Wali Songo” Ngabar

Penasehat Ketua Majlis Pembimbing Santri
Pembimbing Asatidz Majlis Pemimbing Santri


Badan Formatur
Ketua
Ady Setiawan (Pontianak)
Sekretaris
Ahmad Ridho Baiquny (Jakarta)
Bendahara
Totok Riyanto (Jambi)

Bagian-Bagian
Bagian Keamanan
Muhsinin (Palembang), Muhammad Romdhoni (Ponorogo), M. Zulfikar Ali Khamdani (Ponorogo)
Bagian Pembinaan Mental Dan Spiritual (BPMS) dan Bagian Penerangan
Muhammad Nazir (Jambi), Abu Wafa Syuhada’ (Tulungagung), Feldi Yuska (Lampung) dan Suwardi (Palembang)
Bagian Bahasa dan Pengajaran
Wahid Himawan Saputra (Madiun) dan Aziz Zainuddin Faqih (Jayapura)
Bagian Kesehatan dan Prasarana
M. Awaluddin Mangunang (Lampung) dan Adi Sugito (Sampit)
Bagian Olahraga
 Fauzi Asir (Kupang) dan Hermanto (Riau)
Bagian Penerimaan Tamu
Haryudha W. U. Pamungkas (Magetan)
Bagian Kesenian dan Ketrampilan
Alfin Fauzian Rosyid (Lombok) dan Wildan Nur Solikhin (Ngawi)
Bagian Perpustakaan
Wildan Nur Solikhin
(Ngawi)
 Bagian Kepramukaan
Ardhian Bangga Dwihanpasha (Lumajang)
Andrean Dinda Pambudi
(Depok)
Hermanto
(Riau)
M. Romdhoni
(Ponorogo)
M. Yasir Muttaqin
(Sampit)

BAGIAN-BAGIAN OSWAS
• Sekretaris
Bagian ini merupakan bagian yang cukup penting, yakni bagian yang memegang penuh tanggungjawab kesekretariatan dalam OSWAS, urusan yang diamanahkan tidak hanya kesekretariatan yang bersifat intern, namun yang bersifat ekstern pun juga menjadi tugas utamanya. Bahkan bimbingan dan arahan yang dituangkan dalam kursus-kursus kesekretariatan juga menjadi tugas bagian ini.
• Bendahara
Bagian ini adalah kendali utama dalam masalah keuangan OSWAS, bagian ini pula yang menjaga kestabilan kondisi keuangan organisasi. Sirkulasi keuangan yang berjalan di setiap sektor OSWAS juga menjadi tanggung jawabnya, yang mana bendahara harus melaporkan kondisi keuangan OSWAS setidaknya sebulan sekali kepada Ketua Yayasan Pondok Ngabar sebagai bentuk pertanggung jawaban.
• Bagian keamanan
Sesuai dengan fungsinya, bagian ini bertugas untuk menjaga keamanan dan membantu dewan MPS dan pimpinan pondok dalam menegakkaan kedisiplinan dan peraturan serta sunnah-sunnah Pondok Ngabar. Menyita barang-barang larangan pondok dan menindak santri yang melanggar merupakan salah satu bentuk kerja yang harus direalisasikan, selain itu mengkoordinir trayek santri ke ponorogo kota dan menkoordinir para penjaga malam (bulis) juga menjadi bagian dari tugasnya.
• Bagian Pembinaan Mental Dan Spiritual (BPMS) dan Bagian Penerangan
BMPS merupakan bagian kedua yang dinilai paling vital setelah bagian keamanan, karena kehadirannya sangatlah menentukan kondisional santri dalam bidang dakwah dan kesantrian selaku santri di Pondok Ngabar. Olehnya itu, berbagai gerakan terus diadakan sebagai pendukung kegiatan kesantrian dari asatidz pengajar dan dari bangku sekolah formal setiap paginya, seperti latihan pidato tiga bahasa (muhadloroh) yang dilaksanakan setiap malam jum’at, malam senin, dan kamis siang. Selain itu, sering pula diselenggarakan perlombaan seperti lomba Pidato Tiga Bahasa. Sebagai target tahun ini, BMPS akan menghadirkan sebuah acara “Gebyar Dak’wah” bagi santri, acara ini akan dilaksanakan pada pertengahan bulan April sekaligus memeriahkan milad Ma’had yang ke-49. Didalamnya, tidak hanya Lomba Pidato yang diperlombakan, namun seluruh aktivitas dakwah akan menjadi bagiannya, seperti lomba adzan dan iqomah , lomba tartil Qur’an, lomba Qiro’atil Qur’an, lomba membaca syair, dan lomba cipta lagu arab.
Tugas lain, yakni mengkoordinir santri pada saat ta’limul qur’an, utamanya adalah mengkoordinir santri agar tetap sholat berjama’ah tepat pada waktunya. Sementara ini BPMS membawahi organisasi KMI (Kulliyatul Muballghin al-Islamiyah) yaitu organisasi yang bergerak dibidang dakwah.
Bagian selanjutnya adalah Bagian Penerangan yang memiliki tugas untuk memberikan penerangan dan pengumuman berbahasa resmi, dan menyiapkan masalah sound system di setiap kegiatan keagamaan ataupun yang lainnya, serta memberikan hiburan santri dengan menghadirkan instrumen lagu-lagu yang kiranya tidak melanggar sunnah-sunnah pondok.
• Bagian Bahasa dan Pengajaran
Dibentuknya bagian bahasa ini bertujuan agar dapat menjaga citra bahasa resmi santri di Pondok Ngabar dan juga terus mengembangkannya.. Olehnya itu, beberapa kegiatan khusus guna peningkatan bahasa terus diluncurkan, diantaranya: muhadtsah (percakapan berbahasa) setiap hari Jum’at pagi, tasyji’ullughah (pemberanian bahasa) seminggu sekali, dan pemberian kosa kata berbahasa resmi tiap pagi hari. Selain itu, diadakan pula English Week and Arabic week dan tidak kalah pentingnya GS 2B (Gebyar Sastra Dua Bahasa) yang rutin diadakan tengah tahun, didalamnya diperlombakan: drama, puisi, membaca berita, quiz dan lomba-lomba lain yang kesemuanya menggunakan bahasa resmi. Lebih fantasi lagi, dengan disuguhkannya language party dalam bentuk show yang dikenal dengan “Language Show”, acara ini dipegang oleh Bagian Penggerak Bahasa (LMS).
Selanjutnya, bagian pengajaran OSWAS yang memiliki peranan penting
dalam membantu kelancaran program pendidikan dan pengajaran di Pondok Ngabar. Diantara tugas lainnya yakni mengadakan pelajaran sore bagi santri kelas I (satu) sampai kelas IV(empat), mengadakan do’a bersama sebelum belajar malam dan sebelum masuk ke kelas, dan mengkoordinir atribut pengajaran santri, serta mengkoordinir santri agar tetap membawa buku dimanapun berada. Tahun ini, tepat pada tanggal 11 Maret 2010 M bagian ini telah mengadakan acara Cerdas Cermat antar kelas yang memang selama 2 tahun terakhir tidak muncul kepermukaan.

• Bagian kesehatan dan prasarana
Telah menjadi tugas utama bagian ini yakni menjaga dan meningkatkan kesehatan para santri, dengan difasilitasi Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) yang dilengkapi pula dengan obat-obatan yang memadai. Dalam menjalankan tugasnya, berbagai kegiatan rutin terus dilakukan, seperti: kerja amal seminggu dua kali, aktif dalam program kerja kebersihan pondok, dan berbagai kegiatan antisipasi datangnya wabah penyakit lainnya seperti mengadakan penyuluhan kesehatan dan pemberian modal pengetahuan kesehatan kepada santri. Selain itu, kini bagian ini membawahi organisasi santri PMR (Palang Merah Remaja) dan Shimpowi, yakni organisasi santri yang bergerak dalam bidang kebersihan dan keindahan lingkungan pondok.
Bagian ini dibantu oleh bagian prasarana, tujuannya agar fasilitas pondok dapat tetap terkontrol dan dapat dimanfaatkan bersama, baik fasilitas kesehatan ataupun fasilitas umum lainnya.
Bagian olahraga
Dalam bidang keolahragaan, OSWAS memiliki bagian khusus yang mengkoordinir jalannya lari pagi rutin setiap hari Jum’at dan Selasa, mengatur jadwal olahraga wajib bagi santri, sekaligus mengadakan perlombaan-perlombaan untuk meningkatkan mutu olahraga Wali Songo. Selain itu, bagian ini juga bertanggung jawab atas penjagaan fasilitas-fasilitas olahraga Pondok, yaitu: 4 buah lapangan badminton, 1 buah lapangan sepak bola, 2 buah lapangan futsall, 1 buah lapangan volly ball, 1 buah lapangan takraw, 1 buah lapangan basket dan 1 buah meja tenis. Kini, organisasi yang berada dibawah naungannya, antara lain ASWS (Assosiation Soccer of Wali Songo), Dragon Sky (cabang Volly ball), NB 2 (cabang Basket), Thunder Smash (cabang badminton), futsall club, takraw club dan klub olahraga tenis meja.
Pada tahun ini, Bagian Olahraga OSWAS menghadirkan ajang “Ngabar Cup” sebagai wadah kompetisi olahraga santri yang menjadi bagian target kerjanya. Acara ini diselenggarakan mulai tanggal 19 Maret hingga 09 April 2010 dalam rangka memeriahkan milad OSWAS ke-7 sekaligus menyambut Milad Pondok Ngabar. Didalamnya, diperlombakan berbagai macam cabang olahraga. Namun ini bukanlah hal pertama di Ngabar, berbagai lomba-lomba keolahragaan juga telah digelar periode ke periode mengingat olahraga juga dapat dijadikan sebagai kebanggaan pondok. Tahun ini pondok berhasil mengirimkan utusan ke Pospeda Jatim di Blitar dan kemudian diteruskan ke Pospenas (Pekan Olahraga Pesantren Nasional) di Surabaya.

Bagian penerimaan tamu
Tugas utama bagian ini adalah menyambut dan melayani tamu dengan sebaik mungkin, dan menjadi tugasnya juga dalam mempersiapkan penyambutan tamu-tamu pada acara besar pondok. Penambahan fasilitas-fasilitas bagian penerimaan tamu diharapkan dapat menambahkan kenyamanan bagi tamu-tamu yang berkunjung. Selama setahun ini terhitung jumlah tamu yang datang mencapai 1.327 orang dan tidak tercatat bagi tamu-tamu formal yang datang khusus kepentingan pondok.

• Bagian kesenian dan ketrampilan
Sesuai fungsinya, bagian ini bertugas dalam pengembangan kreatifitas dan potensi diri santri dalam bidang kesenian dan ketrampilan. Berbagai jenis perlombaan telah disuguhkan sebagai tempat pengasahan diri, seperti lomba painting, melukis, kaligrafi dan lomba-lomba lainnya. Diharapkan para ahli seni lukis Pondok Ngabar dapat bersaing dengan ahli-ahli lukis lainnya di luar kampus. Kini bagian ini tengah membawahi organisasi santri Painting Club, Bengkel Seni Teatre Citra (BSTC), dan tak kalah pentingnya organisasi dalam bidang musik Band Modern. Dengan fasilitas yang ada diharapkan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, karena itu, penjagaan dan pemeliharaan fasilitas kesenian dan ketrampilan juga masuk dalam daftar tugas bagian ini, diantara fasilitas-fasilitas yang disediakan antara lain, Sanggar seni, ruang painting, dan studio musik dilengkapi dengan peralatan musik yang memadai. Organisasi diatas acapkali memunculkan aksi-aksi seru dan memukau disetiap agenda acara yang diselenggarakan dikampus.

Bagian perpustakaan
“Iqro'” atau “bacalah” begitulah bunyi penggalan ayat pertama kali yang diturunkan
pada Nabi Muhammad. Sebagai bentuk realisasi, OSWAS membentuk sebuah bagian yang sepenuhnya mengurusi tentang keperpustakaan santri, salah satunya adalah mengkoordinir santri untuk wajib membaca di perpustakaan dan menjaga sekaligus mengembangkan perpustakaan tersebut. Langkah-langkah yang diambil yakni dengan membuka perpustakan setiap hari sekaligus melakukan pengawasan, penerbitan mading dan buletin mingguan, majalah bulanan, mengadakan kursus kejurnalistikan dan kursus sablon, dan mengadakan perlombaan mading, klipping ataupun karya ilmiah santri, serta mengadakan bazzar buku yang dirangkaikan dengan acar seminar dan atau bedah buku bagi santri.
Dalam rangka menyambut milad Pondokke-49, Bagian Perpustakaan tidak mau berpangku tangan, dengan usahanya telah dihadirkan lomba mading yang diikuti oleh seluruh elemen santri di hari Jum’at, tanggal 02 April 2010 M. Dan saat itu, bapak pimpinan pondok bersama pimpinan lembaga lainnya yang langsung turun menjadi juri atas hasil karya santri Ngabar.
Bagian ini membawahi organisasi Jurnalist Post of Wali Songo (JWSP) yang masih aktif memunculkan
karya-karya menariknya dalam mading mingguan, dan tetap aktif dalam mendokumentasikan acara-acara Pondok.
• Bagian kepramukaan
Bagian ini merupakan tonggak utama kemajuan kepramukaan di tanah Ngabar, karena seluruh kegiatan kepramukaan telah diamanahkan pada bagian ini. Maka tidaklah heran, beribu langkah telah dilakukan demi terciptanya harapan bersama. Diantara kegiatan yang telah dilakukan antara lain: latihan pramuka rutin pada hari Kamis, pelatihan upacara-upacara, mengadakan penambahan alat-alat pramuka, mengadakan kursus PBB (baris-berbaris), mengadakan lomba ataukegiatan pendukung kemajuan kepramukaan, seperti kompetisi antar gugus depan BRC(Boy scout and Rover Competition), perkemahan Kamis Jum’at (Perkajum), WOSM (Wali Songo Scout Movement) Camp se-kab Ponorogo, pelantikan dan penaikan tingkatan, serta masih banyak lagi acara kepramukaan yang telah dilakukan demi kejayaan pramuka Ngabar.
Bagian ini saat ini membawahi pasukan khusus dengan nama DKK (Dewan Kreatifitas Koordinator)
dan Pankostrad Anakonda. Tanggung jawab bagian ini selain diatas juga bertanggung jawab atas penjagaan dan perawatan alat-alat kepramukaan termasuk seluruh perlengkapan drumb band yang telah disediakan.

Etos Kerja Pengurus OSWAS
Sebagai pengurus yang masih tergolong baru, kamipun tetap berusaha untuk memberikan
yang terbaik untuk pondok, adapun beberapa kegiatan yang telah dilaksakan oleh Pengurus OSWAS baik sekarang maupun pengurus OSWAS dua tahun terakhir.
a. Pekan Orientasi Santri Baru (POSBA)
b. Pekan Orientasi Santri Wali Songo (POSWAS)
c. Malam Apresiasi Seni Santri (Citra Show, KMI dan Syuhada’ Show, dan Ampel Show)
d. Lomba Painting, kaligrafi serta karikatur
e. Lomba Pidato Tiga Bahasa (Arab, Inggris dan Indonesia)
f. Cerdas Cermat antar kelas
g. Pekan Olahraga Wali Songo (PORWAS) dan Ngabar Cup
h. Lomba Mading Se-Pondok Ngabar
i. GS 2B (Gebyar Satra Dua Bahasa)
j. Languages Party (Language Show)
k. Kursus Jurnalistik dan diklat sablon
l. Wali Songo Book Fair, bedah buku dan seminar
m. Diklat Kepemimpinan, Keseketariatan, Dan Kebendaharaan (DK3)
n. Metode Dasar Kepemimpinan (MDK)
o. Folk Song Antar Konsulat
p. Musyawarah Anggota
q. Wali Songo Scout Movement (WOSM) Camp dan WOSM Competition se-kab. Ponorogo
r. Boy scout and Rover Competition (BRC)


SERBA-SERBI SAAT MILAD OSWAS KE-7

Hari Sabtu, tanggal 13 Maret 2010 M, organisasi yang dulu sempat bernama P3IWS (Pengurus Pusat Pelajar Islam Wali Songo) itu tepat berusia 7 (tujuh) tahun. Dihari yang sama, peringatan hanya diadakan dikalangan pengurus OSWAS intern, baru pada hari Ahad, Tanggal 14 Maret 2010 M diselenggarakanlah peringatan milad bersama seluruh elemen OSWAS yang terdiri dari Pengurus OSWAS, pengurus kamar dan komisariat serta anggota dari kelas I – kelas IV. Acara dibuka dengan pengumuman juara dan pembagian hadiah lomba-lomba yang diselenggarakan menjelang milad OSWAS, diantaranya Lomba Kebersihan kamar dan lingkungan , lomba painting/melukis , lomba persahabatan Futsall dan lari estafet , lomba pidato tiga , lomba Gebyar Sastra Dua Bahasa dan lomba Cerdas cermat antar kelas . Selepas itu, segera saja masuk pada acara inti yang telah lama dinantikan para hadirin yakni pembakaran api unggun gembira, kali ini, pembakaran dilaksanakan langsung oleh ketua OSWAS, diawali dengan teriakan takbir bersama tiga kali kemudian tali mulai disulut menuju arah bola api, pada saat bersamaan gemuruh riukan sirine terus menggaung dan belakan mata pun mulai tertuju kearah bola api, setelah lebih satu menit menanti, akhirnya bola api terbakar dan secepat kilat langsung meluncur menambrak api unggun membuat api pun segera menyala, selanjutnya himne pondok yang dinyanyikan seluruh peserta semakin menambah kemeriahan milad kali ini. Sembari berada disekitar api unggun, acara dilanjutkan dengan penampilan/show dalam bentuk akapella santri.
Diusia yang masih belia ini, OSWAS terus introspeksi dan berbenah diri dengan bimbingan para asatidz merusaha untuk dapat giving the best, sesuai motto yang terus dikobarkan yakni “we are going to the better day” dan “di OSWAS untuk berjuang, mengabdi dan belajar”. Kesemua itu tentunya membutuhkan dukungan dan dorongan dari seluruh pihak pondok agar tercapainya target bersama.

 Organisasi Didik Pengurus OSWAS

1. LMS (Language Movement Section)
LMS atau bagian penggerak bahasa ini adalah organisasi yang berfungsi dalam menjaga kestabilitasan bahasa resmi harian di Pondok Ngabar (Arab dan Inggris), mereka bergerak dibawah naungan bagian bahasa OSWAS atau Central Language Improvement (CLI). Kini organisasi yang dipegang oleh 14 santri itu, masih tetap konsisten dan terus berbenah diri serta selalu mencari terobosan baru dalam mengembangkan bahasa, mulai dari pemberian kosa kata berbahasa rutin tiap paginya, pengontrolan bahasa hingga harus mempersembahkan pesta bahasa yang dikenal dengan Language Show. Namun usaha mereka akan bermakna nihil jika harus ditumpukan pada pengurus LMS saja, olehnya itu baik dari Pihak OSWAS atau dewan MPS bahkan Pimpinan Pondok akan terus benjadi backing dalam derap langkah perjuangan mereka dalam memajukan bahasa.
2. Painting Club
Organisasi dibawah naungan bagian kesenian dan ketrampilan ini, bergerak dalam bidang seni lukis dan gambar. Hingga kini karyanya terus mewarnai pondok, terkhusus bila diselenggarakan even-even khusus yang mereka selalu saja muncul dan menampilkan yang terbaik. ruang kerja khusus dan peralatan yang cukup memadai, menjadikan sebuah motivasi khusus baginya dan membuat selalu ingin menyalurkan bakatnya sekaligus mengamalkan ilmu yang dimilikinya.

3. Bengkel Seni Teatre Citra (BSTC)
Sesuai dengan namanya, teatre citra ini bergerak dalam bidang seni drama dan teatre santri. Aksi-aksi mereka selalu dituangkan disetiap acara-acara yang dilaksanakan, menjadikan mereka tetap harus mengasah dan terus melatih bakat yang dimilikinya. Berbekal dengan anggota serta pengurus yang telah memiliki skill khusus membuat mereka semakin tangguh dan siap untuk tampil unjuk gigi di depan umum.

4. Journalist Wali Songo Post (JWSP)

Ini merupakan satu-satunya organisasi andalan Pondok Ngabar dalam bidang kejurnalistikan, karyanya terus meluncur baik berupa mading setiap minggunya, buletin bahkan pembuatan majalah pun menjadi tugas mereka yang memang pernah terbit rutin beberapa waktu lalu. Tidak hanya itu, organisasi dibawah pengawasan bagian Perpustakaan ini, juga menerapkan pendidikan untuk menjadi sang penulis karya, wartawan maupun seorang desainer grafis. Dengan menggelar pelatihan-pelatihan seperti Kursus jurnalistik, kursus sablon dan pelatihan kejurnalistikan lainnya, diharapkan dapat bermanfaat bagi peserta
Sementara ini JWSP masih beranggotakan 10 santri menjadi harapan bersama agar tetap eksis dalam berkarya dan terus mewarnai pondok dengan gemerlapan mading-mading yang patut dibanggakan.
Selain gerakan intern, gerakan keluar pun ikut dilancarkan, dengan ikut andil pada even-even kejurnalistikan diluar diharap dapat menambah wawasan mereka, pada tahun lalu, JWSP telah ikut serta dalam Lomba Mading di STAIN Ponorogo se-ekskarisidenan madiun, dan pada tahun ini belum dapat diutus berhubung kondisi yang kurang mendukung.

5. Drumb band club
Group drumb band yang bernama “Gita Nirwana” rasanya telah melekat erat dalam pendengaran warga Pondok Ngabar dan sekitarnya, karena keaktifannya yang selalu saja unjuk gigi disetiap acara, baik acara pondok ataupun acara kepramukaan. Bahkan tidak jarang mengikuti acara ke luar. group yang sempat berada pada pucuk kejayaan pada sekitar tahun 2003-an ini hingga sekarang masih tetap aktif dan terus berusaha meningkatkan kwalitasnya.

6. Group Nasyid Syuhada’

Sesuai namanya, group musik bernuansa nasyid ini dijadikan sebagai tempat untuk menampung bakat santri dalam bidang seni suara. Sebagai wujud keandilannya, syuhada’ selalu saja menghadirkan alunan nada-nada indah penyejuk qolbu disetiap agenda acara keagamaan yang diselenggarakan, tidak hanya itu, lomba-lomba di luar ma’had pun ikut dilakoninya sebagai wujud pengasahan sekaligus pengetahuan untuk melangkah terdepan dan menjadi nasyid kebanggaan Pondok dan juga hasil-hasil rekaman nasyid yang telah diterbitkan, kini aktif mengisi dalam ruang studio radio Ngabar FM. Berbekal dengan fasilitas yang memadai, yang telah diberikan berharap dapat dimanfa’atkan dan dijadikan pacuan dalam melatih kemampuan diri.

7. Dewan Kreatifitas Koordinator (DKK) dan Pankostrad Anaconda
Kedua organisasi santri ini bergerak dibidang kepramukaan, yang kesehariannya langsung dibimbing oleh Bagian Kepramukaan OSWAS. Sebut saja pasukan khusus yang memang dikhususkan sebagai tombak kebanggaan pramuka Wali Songo, bukan berarti menyisihkan yang lainnya, namun DKK dan Pangkostrad anakonda ini memang disiapkan sebagai pasukan siap tempur dalam even-even yang berkenaan dengan kepramukaan, mulai kegiatan pramuka tingkat daerah hingga tingkat nasional pun telah dijajahi dan alhamdulillah alhasil tetap dapat dibanggakan. Untuk persiapan tersebut, bimbingan maupun fasilitas lainya turut diberikan sebagai pembantu dalam pemulihan kejayaan pramuka Wali Songo. Hingga saat ini, tercatat sekitar 30 santri yang berada didalamnya.

8. Assosiation Soccer of Wali Songo (ASWS)

Organisasi ini khusus bergerak dalam bidang olahraga sepak bola, yang langsung berda dibawah naungan bagian olahraga OSWAS. Latihan rutin bersama pelatih handal terus dilakoninya sebagai pacuan untuk menjadi yang terbaik dalam mengikuti lomba-lomba diluar kampus. Pertandingan-pertandingan persahabatan pun sering dijalani demi persiapan yang matang untuk menjadi sepak bola andalan Pondok Ngabar.
9. Band Musik Modern
Di Pondok Ngabar ini, tidak hanya group nasyid saja yang disuguhkan. Lebih dari itu, Group band modern pun ikut mengisi ruang permusikan sebagai ajang latihan santri. Organisasi ini dibiming lansung oleh Bagian Kesenian daan Ketrampilan OSWAS. Dengan difasilitasi studio yang memadai, yang dilengkapi dengan peralatan musik band modern membuat santri lebih semangat untuk mengarahkan bakat mereka……

By: Ady Setiawan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s