Panduan Ramadhan

BUKU RAMADHANKU 2010 
Kata Pengantar

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh
Alhamdululillah, segala penghambaan diri hanya kepada Allah SWT, yang jiwa dan raga kita senantiasa dalam genggaman-Nya. Robb yang tidak pernah bosan untuk mengucurkan derasnya hujan rahmat dan nikmat yang menyebabkan hati kita hingga kini masih tertambatkan dengan tali keislaman dan iman kepada-Nya.
Juga salam keselamatan kepada Nabi Muhammad saw, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya.
Selanjutnya, puji syukur kembali kami panjatkan kepada-Nya, karena kami dapat menyelesaikan penyusunan buku ini. Buku ini merupakan suatu bentuk laporan tertulis bagi santri selama bergelut dalam bulan Ramadhan dan Syawwal, khususnya mengenai aktivitas yang memang selayaknya dikerjakan oleh seorang santri, baik itu laporan yang mengenai shalat fardu, shalat sunnah tarawih dan witir, tadarus al-qur’an, shalat jum’at, maupun laporan mengenai kegiatan tambahan selama bulan Ramadhan dan Syawwal.
Selain itu, dalam buku ini juga kami susun sekilas tentang panduan dalam ibadah puasa, diharapkan dapat sedikit menambah cakrawala santri mengenai ibadah tersebut, tidak hanya demikian, buku yang diterbitkan oleh Organisasi Santri Wali Songo (OSWAS) ini juga telah dilengkapi dengan lembaran catatan-catatan penting selama kultum (kuliah tujuh menit) sebagai pengikat kekuatan pemahaman dari pidato tersebut.
Kemudian, ucapan terima kasih yang tak terhigga kami tujukan kepada Ayahanda Pimpinan Pondok, Ketua Majlis Pembimbing Santri, dan Asatidz MPS atas dukungan dan sportifitas yang telah diberikan, sehingga dapat diterbitkannya buku ini. Namun demikian, kami menyadari bahwa penerbitan buku ini masihlah belum sempurna. Olehnya itu, saran dan masukan yang bersifat membangun sangatlah kami harapkan demi perbaikan buku ini pada masa yang akan datang.
Demikian, semoga buku ini dapat dimanfa’atkan sebagaimana yang telah digariskan, dan diharapkan setiap santri dapat mengisinya dengan laporan yang sebenar-benarnya.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh

Penyusun

Ady Setiawan

PUASA RAMADHAN

Puasa berasal dari bahasa arab shoum atau siam yang berarti menahan diri dari sesuatu, sedangkan menurut istilah, adalah menahan diri dari makan dan minum dan segala apa-apa yang dapat membatalkan puasa mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari, dengan disertai niat, dan rukun-rukun serta syarat-syarat tertentu.

A. Perintah Dan Keutamaan Puasa

Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah: 183-184.
Yang Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa” Al-Baqarah: 183

Sabda Nabi Muhammad SAW:
Yang Artinya: “Barang siapa yang berpuasa pada bulan ramadhan dengan keimanan dan mengharap kerihloan Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu” (HR. Bukhori-Muslim)

Firman Allah dalam Hadist Qudsi
Artinya: “ Puasa itu untuk-Ku dan Aku langsung membalasnya, orang yang berpuasa mendapatkan dua kesenangan,yaitu kesenangan ketika berbuka puasa dan kesenangan ketika berjumpa dengan Tuhannya. Sungguh, bau mulut orang berpuasa itu lebih harum dari pada aroma minyak kasturi”. (Muttafaq ‘Alaih)

• Cara mengetahui permulaan bulan Ramadhan, antara lain:
1. Dengan melihat hilal atau bulan,
2. Jika hilal tidak tampak, maka hendaknya bulan Sya’ban disempurnakan menjadi 30 hari,
3. Menggunakan ilmu hisab (perhitungan).

B. Ancaman Bagi Yang Meninggalkan Puasa
Sabda Nabi Muhammad SAW,
Artinya: “Barang siapa berbuka puasa pada satu hari dari bulan Ramadhan tanpa keringanan yang diberikan Allah kepadanya, tiadalah akan dibayar oleh puasa sepanjang masa, walau dilakukannya”. (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan Tirmidzi)

Sabda Nabi saw.
Artinya: “ Ikatan Islam dari sendi agama itu ada tiga, diatasnya didirikan Islam dan siapa yang meninggalkan salah satu diantaranya, berarti ia kafir terhadapnya dan halal darahnya, mereka adalah: mengakui bahwa tiada Tuhan selain Allah, mendirikan Shalat fardhu dan berpuasa Ramadhan”. (HR. Abu Ya’la dan Ad-Dailaini)


C. Syarat Wajib dan Rukun Puasa

1. Syarat-syarat wajib puasa
a) Islam,
b) Baligh,
c) Sehat jasmani dan rohani,
d) Berakal sehat,
e) Menetap (bukan musafir; dengan ketentuan tertentu),
f) Tidak berhalangan (bagi wanita) seperti, haidh, nifas atau wiladah.

2. Rukun Puasa
a) Niat (dilakukan pada malam hari, paling akhir pada waktu menjelang fajar shodiq)
b) Menahan diri dari segala hal yang dapat membatalkan ibadah puasa mulai terbit fajar sampai terbenamnya matahari.

D. Syarat Sah Puasa
a) Islam,
b) Tamyiz (dapat membedakan antara yang haq dan bathil),
c) Tidak pada hari-hari yang dilarang berpuasa,
d) Suci (khusus wanita) misalnya dari haidh, nifas ataupun wiladah.

E. Hal-Hal Yang Dapat Membatalkan Puasa

a) Makan dan minum atau memasukkan benda lain melalui kerongkongan dengan sengaja
b) Muntah dengan sengaja
c) Bersetubuh pada waktu berpuasa
d) Keluar nutfah (air mani) dengan sengaja
e) Haidh, nifas atau wiladah bagi wanita
f) Gila (hilang akal)
g) Murtad (keluar dari agama Islam)

F. Yang Diperbolehkan Untuk Tidak Berpuasa Dan Cara Menggantinya
1. Wajib Mengganti Puasa (Qadla’) Saja
• Orang yang sakit,
• Musafir (sedikitnya sejauh 81 km),
• Wanita hamil atau menyusui,
• Wanita yang haidh, nifas atau wiladah.

2. Tidak Wajib Qadla’ Namun Wajib Membayar Fidiyah
Fidiyah adalah memberi makan orang miskin setiap hari yang ia tidak puasa, berupa bahan makanan pokok sebanyak 1 mud (576 gram).
1. Orang lanjut usia yang sudah tidak mampu berpuasa.
2. Orang yang sakit berkepanjangan dan tidak ada harapan sembuh,
3. Wanita hamil atau menyusui yang menghawatirkan janin atau bayinya.

3. Wajib Qadla’ dan Wajib Kifarat
Yaitu bagi orang-orang yang membatalkan puasa ramadhannya dengan bersetubuh (pada siang hari), kifarat antara lain:
1. Memerdekakan hamba sahaya yang mukmin, atau
2. Berpuasa selama dua bulan berturut-turut, atau
3. Memberi makan 60 orang miskin, berupa bahan pokok masing-masing 1 mud (576 gram)

G. Hari-Hari Yang Dilarang Untuk Berpuasa
1. Hari raya ‘Idaini (‘Idul Fitri dan ‘Idul Adha)
2. Hari Tasyriq, tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

H. Hikmah Puasa
a) Untuk pendidikan atau latihan rohani
b) Untuk kesehatan
c) Untuk perbaikan pergaulan atau mu’asyarah
d) Sebagai wujud rasa syukur atas segala nikmat Allah swt.

I. Amaliyah Ramadhan Yang Dianjurkan
1. Memperbanyak tilawatul Qur’an
Sebagai ummat muslim yang telah mengetahui akan keistimewaan dari bulan suci Ramadhan, maka sudah seyogyanyalah ia untuk berupaya dengan sepayah-payahnya untuk dapat mengisi deposit akhirat dengan sebanyak-banyaknya mengingat pada bulan inilah seluruh amalan baik akan dilipatgandakan. Tidak terkecuali dengan memperbanyak amalan membaca kalamullah Al-Qur’anul karim, dan berusaha memahami dan berusaha untuk melaksanakan dalam kehidupan sehari-hari serta berusaha untuk mengajarkannya kepada orang lain.

2. Qiyaamul laili
Sabda Nabi SAW.
Artinya. “Dari Abu Hurairah, dia berkata adalah Rosulullah saw. Menganjurkan supaya shalat di bulan Ramadhan tetapi tudak memerintahkannya dengan keras (azimah), maka beliau bersabda “Barang siapa yang berdiri shalat di malam ramadhan dengan iman dan perhitungan, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. (dirawikan oleh Jama’ah)

3. Memperbanyak Shodaqhah
Sabda Nabi SAW.
Artinya. “Orang yang memberi makanan untuk berbuka puasa bagi orang yang berpuasa, maka akan mendapatkan pahala layaknya pahala oaring yang berpuasa tanpa terkurangi sedikitpun” (HR. Ahmad).

4. I’tikaf
Yakni ibadah dengan berdiam di dalam masjid, yang sunnah dikerjakan setiap waktu dan lebih diutamakan pada bulan Ramadhan, teristimewa pada 10 malam terakhir. Hadist Nabi yang artinya, Dari ‘Aisyah. Ia berkata “adalah Rosulullah saw, apabila telah masuk (tanggal) sepuluh, yakni sepuluh yang terakhir dari Ramadhan, maka ia bersedia sungguh-sungguh dan ia dihidupkan malamnya dan ia bangunkan ahli-rumahnya”. (Muttafaq ‘Alaih)


DO’A-DO’A BA’DA SHOLAT SUNNAH

1. DO’A SHALAT DHUHA

اللَّهُمَّ إِنَّ الضُّحَآ ءَ ضُحَآؤُكَ وَ البَهَآ ءَ بَهَآ ؤُكَ وَ الجَمَالَ جَمَا لُكَ وَ القُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ وَإِنْ كَا نَ فِى الأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَإِنْ كَـانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْهُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَا نَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقٍّ ضُحَآ ءِ كَ وَ بَهَآ ءِكَ وَجَمَآ لِكَ وَ قُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ أتِنِى مَآأتَيْتَ عِبَادَكَ الصّاَلِحِيْنَ.
2. DO’A SHALAT TARAWIH
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَابِا الإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ وَلْفَرَائِضِكَ مُؤَدِّيْنَ وَعَلَى الصَّلَوَاتِ مُحَافِظِيْنَ وَلِلزَّكَاتِ فَاعِلِيْنَ وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ وَفِي الأخِرَةِ رَاغِبِيْنَ. وَبِالقَضَاءِ رَاضِيْنَ. وَبِالنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ. وَعَلَي البَلاَءِ صَابِرِيْنَ, وَتَحْتَ لِوَاءِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ القِيَامَةِ سَائِرِيْنَ, وَعَلَي الحَوْضِ وَارِدِيَْنَ, وَ فِي الجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ, وَعَلَي سَرِيْرَةِ كَرَائِسِ قَاعِدِيْنَ, وَ بِحُرُوْرٍ عِيْنَ مُتَزَوِّجِيْنَ, وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ, وَطَعَامُ الجَنَّةِ آكِلِيْنَ, وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفِّيْنَ شَارِبِيْنَ, بِأَقْوَابٍ وَأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِيْنِ, مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصَّدِيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءَ وَالصَّالِحِيْنَ, وَحَسُنَ أُولئِكَ رَفِيْقًا, ذَالِكَ الفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِا اللهِ عَلِيْمًا, وَالحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ.
3. DO’A SHALAT WITIR
اللّهُمَّ إِنَّا نَسْئَلَُكَ إِيْمَانًا دَائِمًا, وَ نَسْئَلَُكَ قَلْبًا خَاشِعًا وَ نَسْئَلَُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَ نَسْئَلَُكَ يَقِيْنًا صَادِقًا وَ نَسْئَلَُكَ عَمَلاً صَالِحًا, و نَسْئَلَُكَ دِيْنًا قَيِّمًا وَ نَسْئَلَُكَ خَيْرًا كَثِيْرًا, وَ نَسْئَلَُكَ العَفْوَ وَالعَافِيَةَ وَ نَسْئَلَُكَ تَمَامَ العَافِيَةِ, وَ نَسْئَلَُكَ الغِنَاءَ عَنِ النَّاسِ, اللّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلاَتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَتَخَشُّعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَا يَا اللهُ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ, وَصَلَّى اللهُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ مُحَمَّدٍ وَّعَلَى ألِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ.
4. LAFADZ TAKBIR
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ, لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ, اللهُ أَكْبَرُ وَ لِلّهِ الحَمْدُ, اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَ سُبْحَانَ اللهِ بُكْرَتًا وَ أَصِيْلاً. لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهَ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنِ وَلَوْ كَرِهَ الكَافِرُوْنَ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهَ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ. لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهَ وَ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الحَمْدُ.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s