Definisi Sosiologi Antropologi

A.     PENGERTIAN
i)        Sosiologi

Secara bahasa, kata “sosiologi” berasal dari dua buah kata, yakni “socius” yang artinya teman atau kawan yang selanjutnya diartikan sebagai masyarakat, kata ini berasal dari bahsa Romawi. Dan kata ke-dua adalah “logos” diambil dari bahsa Yunani yang artinya ilmu. Jadi, menurut arti yang disimpulkan oleh Aguste Comte ini adalah sebuah ilmu pengetahuan yang mempelajari hubungan antar teman atau antar anggota masyarakat, atau lebih popular dengan sebutan sebagai ilmu pengetahuan tentang masyarakat. selain itu, perlu kiranya kita menanggapi pendapaat lain tentang penafsiran dari makna kata “sosiologi” menurut beberapa tokoh berikut ini:

          Adam Kuper, Sosiologi adalah sebuah ilmu pengetahuan yang fokusnya mempelajari masyarakat.
          Pitirin Sorokin, Sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala ekonomi dengan agama, keluarga dengan moral, hokum dengan ekonomi, gerak masyarakat dengan politik dan sebagainya.
          Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi, Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur social dan proses-proses social termasuk perubahan-perubahan social.
          Nursed Sumaatmaja, Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang relasi-relasi social yang menggambarkan bahwa manusia itu memang makhluk social yang aktif berinteraksi dan dapat saling mempengaruhi.
ii)      Antropologi
Secara etimologi, istilah antrologi berasal dari dua buah kata, yakni kata “anthropos” artinya manusia (bahasa Romawi), dan kata “logos” artinya ilmu (bahasa Yunani). Jadi, singkatnya antropologi bermakna ilmu tentang manusia. Selain itu, secara istilah terdapat beberapa perbedaan penafsiran, salah satunya menyimpulkan bahwa antropologi adalah salah satu cabang ilmu social yang mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis tertentu. Sedangkan pendapat lain, diantaranya:
          Ruth Benedict, Antropologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari umat manusia sebagai makhluk masyarakat.
          Koentjanraningrat, antropologi ialah ilmu yang mempelajari makhluk antropos/manusia dan merupakan paduan dari beberapa ilmu yang masing-masing mempelajari masalah-masalah khusus mengenai makhluk manusia.
          Willian A. Havilland, antropologi ialah suatu studi tentang manusia yang berusaha menyusun generalisasi yang bermanfa’at tentang manusia dan perilakunya, serta untuk memperoleh pengertian yang lengkap tentang keanekaragaman manusia.
          Ariyono Suyono, antropologi adalah suatu ilmu yang berusaha mencapai pengertian tentang makhluk manusia dengan mempelajari aneka warna bentuk fisik, kepribadian, masyarakat dan kebudayaannya.
Jika kita coba simpulkan, maka dapat diambil ibrah bahwa Antropologi adalah sebuah ilmu pengetahuan yang mempelajari makhluk manusia, baik dari segi fisik/biologis maupun segi sosio budaya.
B.      CIRI-CIRI
i)        Sosiologi
Menurut Harry M. Johnson, yang dikutip oleh Soerjono Soekanto, sosiologi sebagai ilmu memiliki beberapa ciri-ciri, diantaranya:
·         Empiris, yakni berdasar pada hasil observasi dan akal sehat (rasional) yang hasilnya bukan bersifat dugaan (spekulasi).
·         Teoritis, yaitu berusaha menyusun abstraksi berdasar pada hasil observasi konkret, yang dibuat untuk menjalankan hubungan sebab akibat sehingga menjadi sebuah teori.
·         Komulatif, ialah proses penyusunan beberapa teori yang telah ada, kemudian disempurnakan untuk memperkuat teori lama.
·         Nonetis, adalah proses penjelasan mendalam tentang suatu masalah, tanpa memicarakan tentang sisi baik ataupun buruk dari masalah yang dibahas.
ii)      Antropologi
Beberapa ciri-ciri yang terdapat dalam ilmu antropologi antara lain:
ü  Empiris, yaitu berdasarkan atas hasil observasi pada lingkungan masyarakat ataupun insividu manusia.
ü  Memerlukan proses waktu yang cukup panjang untuk menentukan suatu teori karena antropologi bukanlah ilmu teoritis
ü  Selalu berkaitan erat dengan sejarah (khususnya) dan ilmu-ilmu lain yang condong pada ilmu social, misalnya ilmu arkeologi, antropologi linguistic, antropologi social, dll.
ü  Memiliki ruang lingkup yang luas, bukan hanya secara fisik (ragawi) namun juga secara budaya kehidupan manusia.
ü  Selalu mengalami perkembangan dengan sejalannya waktu dan observasi yang diadakan layaknya ilmu sejarah yang selalu berkembang.
Referensi:
Ø  Suhanadji dkk, 2011. Sosiologi Antropologi Pendidikan, UNESA University Press Surabaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s