Pesan KH. Moh.Tholhah, S.Ag.

PESAN DAN NASEHAT
Pimpinan Pondok Pesantren “Wali Songo” Ngabar Ponorogo
Untuk Santri Kelas VI
Tahun 2011

السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته
إنّ الحمد لله نحمده و نستعينه و نستغفره و نعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيّئات أعمالنا من يهده الله فلامضل له ومن يضلله فلا هادي له.أشهد أن لآإله إلاّ الله وحده لا شريك له و أشهد أن محمدا عبده ورسوله, قال تعالى “ وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ. التوبة: ۱۲۲. أمّا بعد
Yang kami hormati,
·         Pimpinan Pondok Pesantren “Wali Songo” Ngabar,
Bapak Drs. KH. Moh. Ihsan, M.Ag.
Bapak KH. Heru Saiful Anwar, MA
·         Ketua Majlisi Riyasatil Ma’had
Bapak H. M. Bisri, MA
·         Bapak-bapak/Ibu-ibu wali wisudawan-wisudawati
·         Anak-anakku wisudawan-wisudawati, serta seluruh santri Pondok Pesantren “Wali Songo” Ngabar yang saya cintai.
Alhamdulillah, syukur kita panjatkan kepada Allah ta’ala atas nikmat-nikmat dan karunia-Nya yang telah diberikan kepada kita, dan kepada pondok khususnya.
Sholawat panutan dan tuntunan ummat, sehingga terselamatkan dari gelapnya kejahiliyahan menuju benderangnya sinar keislaman.
·         Pondok bersyukur, karena pada hari ini Sabtu, 18 Juni 2011, dapat mewisuda santri-santri kelas akhir yang kali ini berjumlah 117 orang santri, 63 santri putri dan 54 santri putra, dan mereka ini adalah Alumni ke-45. Dan sampai saat ini jumlah alumni yang selesai sampai dengan kelas VI, berlumlah 7.102 santri.
·         Wali-wali wisudawan wisudawati bersyukur karena putra-putrinya sudah selesai menempuh jenjang pendidikan formalnya sampai dengan tingkat ‘Aliyah.
·         Para wisudawan-wisudawati tentunya yang paling bersyukur, lega dapat menjadi Husnul Khotimah di Pondok ini, setelah selama kurang lebih 4 atau 6 tahun belajar, nyantri di Pondok ini, suka duka belajar (التعليم ذل) sudah dapat dilalui dengan selamat, seperti susahnya menghafal pelajaran, mengerjakantugas-tugas sekolah, sulitnya memahami pelajaran, belum lagi selama kelas IV berapa lama kamu semua menghadapi rangkaian ujian, baik ujian-ujian Pondok maupun ujian-ujian yang diprogramkan oleh pemerintah. Kalau saya hitung ujian-ujianmu di kelas VI ini dimulai pada hari Rabu, 10 Agustus 2010, ujian menghafal Juz ‘Amma, kemudian ujian khithobah, ujian imamah, taftisul kutub, ujian tulis, ujian lisan, ujian praktek mengajar, fathul kutub, UAM, UN, dan rangkaian ujian-ujian tersebut baru berakhir pada hari Senin, 30 Mei 2011, berarti selama dalam kurun waktu 9 bulan, selalu ada ujian, untuk itu bersyukurlah.
لَئِنْ شَكَرْتُمْ لأزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيد
Bapak-bapak/Ibu-ibu wali wisudawan dan wisudawati, hadirin wal hadirat yang saya hormati,
Disamping macam-macam ujian yang telah dihadapi anak-anak kita, mereka juga sudah dibekali dengan berbagai macam ilmu pengetahuan, seperti ilmu pengetahuan tentang kepramukaan, mereka diberi kursus-kursus dalam pramuka, baik Kursus Mahir Tingkat Dasar (KMD) maupun Kursus Pembina Tingkat Lanjutan (KML). Tentang al-Qur’an, mereka sudah dibekali dengan kursus TPQ (TPA) dan masih banyak kegiatan-kegiatan ekstra lain.
Anak-anakku wisudawan wisudawati yang saya cintai…
Kamu semua adalah santri pilihan, ingat-ingat…!!! Berapa jumlah teman-temanmu waktu kelas satu dulu dan sekarang tinggal 117 orang, bersyukurlah…!!!
Dengan mujahadahmu, dengan ketekunanmu dan ikhtiarmu lahir maupun batin, Alhamdulillah dapat menyelesaikan dan menamatkan belajarmu dengan selamat dan husnul khotimah. Kalau boleh saya katakan, anak-anakku calon alumni 45 ini, ibaratnya benih yang sudah akan dicabut dari tempat persemaiannya, maka untuk perkembangannya carilah lahan yang sesuai, agar dapat berkembang dengan baik. Sebenarnya di PPWS lahan tersebut sudah disiapkan yang disebut IAIRM, namun kalau terpaksanya harus mencari lahan yang lain, maka pilihlah lahan yang sesuai dan hati-hatilah. Ingat…!!! Kamu adalah alumni pesantren, jangan terwarnai oleh budaya luar yang kurang baik, tetapi kamu harus dapat mewarnai dan dapat membawa mereka,
فِي أيِّ أرضٍ تَطأ فَأ نْتَ مَسؤولٌ عَنْ إِسْلامِها
Sudah menjadi sunnah PPWS setiap tahun, melepasakan santri-santrinya yang telah menyelesaikan pelajaran mereka di TMI dan TMt-I Pondok Pesantren “Wali Songo” Ngabar Ponorogo.
Pimpinan Pondok selalu memberikan wasiat, pesan, nasehat dan harapan kepada santri-santrinya. Dalam menyampaikan hal-hal tersebut, sering diiringi dengan cucuran air mata karena terharu atas kesyukuran, dengan cita-cita dan harapan yang dilimpahkan kepada mereka, sebab pada pundak mereka para alumni Islam dititipkan dan misi Pondok ini dijalankan.
Bapak-bapak/Ibu-ibu wali santri dan para undangan yang saya hormati,
Anak-anakku yang saya hargai dan saya cintai…
Pertemuan mala mini mengharukan kami para Pimpinan Pondok, serta memberikan kesan yang mendalam. Bagaimana tidak terharu, karena anak-anakku telah hidup di Pondok Pesantren “Wali Songo” Ngabar ini selama 4 tahun, 6 tahun, 7 tahun, bahkan ada yang lebih dari itu. Ini merupakan masa yang cukup lama dalam sejarah hidup manusia. Selama ini anak-anakku tekun, taat, patuh, disiplin dalam naungan Pondok Pesantren “Wali Songo” Ngabar ini. Telah banyak kata-kata yang dilepaskan oleh para Pimpinan, para Ustadz, para Ustadzah yang merupakan tuntunan-tuntunan untuk diamalkan dan petunjuk-petunjuk untuk menjadi pedoman hidup.
Rasanya tak banyak lagi yang perlu saya katakana disini sebagai bekal hidup dimasa depan, hanya sebagai rasa cinta kami terhadap kalian, ku sampaikan beberapa pesan ini.
Anak-anakku yang ku sayangi…
Apabila kalian ingin menjadi orang yang berharga, maka hargailah orang yang ada di sekeliling mu. Apabila kalian ingin menjadi orang besar, maka perhatikanlah hal-hal yang kecil, jangan kalian remehkan hal-hal yang sepele. Jadilah kalian orang-orang yang senang menolong orang lain, cintailah orang-orang yang tahu kepentingan, niscaya kalian akan menjadi orang-orang penting.
Janganlah kalian merasa bosan di Pondok ini, Pondok Pesantren “Wali Songo” Ngabar, karena kami tidak pernah merasa bosan kepada anak-anakku sekalian. Tidak ada orang tua yang bosan melihat anak-anaknya.
Anak-anakku yang ku banggakan…
Sungguh-sungguhlah dalam menggapai masa depanmu, jangan pernah lengah…!!!
وَأَنْ لَيْسَ لِلإنْسَانِ إِلا مَا سَعَى۞ وَأَنَّ سَعْيَهُ سَوْفَ يُرَى۞
Artinya:
Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). (QS. An-Najm: 49-50)
بِقَدْرِالكَدِّ تُكْسَبُ المعالِيْ
seberapa perolehan yang didapatkan tergantung seberapa besar kecilnya usahamu” al-Mahfudzot.
Bahwasanya seseorang itu tergantung bagaimana ia berusaha atau ijtihad, ataupun usaha dengan penuh kesungguhan untuk mencapai cita-cita yang mulia. Dan kalian harus tahu diri, tahu ukuran diri. Jangan pernah mengira bahwa ilmu itu dapat dibeli dengan uang. Asal ada uang tentu ada ilmu, itu tidak benar. Berapa banyak anak yang gagal  belajarnya meskipun tidak kekurangan uang. Untuk itu sekali lagi, jangan lengah…!!! Jangan lupa diri…!!!
هَلَكَ امْرُؤٌ لَمْ يَعْرِفْ قَدْرَنَفْسِهِ
 hancurnya seseorang yang tidak tahu nilai dirinya” al-Mahfudzot
Anak-anakku yang kami cintai…
Benar-benar kalian itu anak-anak yang berharga. Bagaimana tidak, ada anak yang karena budi pekertinya jelek, tidak taat, tidak disiplin di Pondok, sehingga ia tidak sampai ke batas yang direncanakan. Maka hargai dirimu dengan tidak mengotorinya dengan sesuatu yang rendah atau remeh, hina atau bernoda. Letakkan dirimu pada tempat yang terhormat, dan janganlah…jangan sampai tergelincir ke tempat yang kotor atau maksiat.
Cintailah ilmu Allah itu dengan kesucian nuranimu, bukan cinta ilmu karena semata-mata mengharapkan sesuatu yang bersifat duniawi, karena ilmu yang kamu cintai dengan kesucian nuranimu, akan selalu setia menemanimu, serta melayanimu kapan pun dan dimana pun kamu berada dan kamu perlukan.
Anak-anakku yang saya cintai…
Bergeraklah, tumbuhlah dan berkembanglah…karena tanda hidup itu ialah bergerak, tumbuh dan berkembang, kalau tidak demikian berarti mati, pasif, atau mabni.
Bergeraklah, hiduplah dan berkembanglah dalam hal-hal yang bermanfa’at, dalam hal-hal yang positif. Karena model ilmu yang kau peroleh di Pondok ini bisa dijadikan bahan dasar atau bahan pokok, atau sebagai kunci untuk mengembangkan ilmu-ilmu yang lebih mendalam.
Bapak/Ibu wali wisudawan dan wisudawati yang saya hormati…
Bersamaan dengan habisnya masa belajar putra-putri Bapak di Pondok ini, kami para guru-guru menganggap cukup dalam memberikan bekal kepada putra-putri Bapak. Kami tidak membeda-bedakan dalam memperlakukan putra-putri Bapak/Ibu dalam memberikan pelajaran, bimbingan, nasehat-nasehat, namun dalam kenyataannya hasil yang diperoleh oleeh putra-putri Bapak tidak sama antar satu dengan yang lain.
Hal yang serupa itu bukan hanya karena factor anak didik, namun juga mungkin karena factor keterbatasan kemampuan kami. Dengan perasaan berat hati, kalau pada 4 atau 6 tahun yang silam bapak-bapak dan ibu-ibu menyerahkan putra-putri bapak kepada kami, maka pada saat ini kami serahkan kembali kepada bapak-bapak dan ibu-ibu. Kami ucapkan terima kasih atas kepercayaan bapak/ibu wali santri yang diamanatkan kepada kami dalam mendidik putra-putrinya, dan mohon ma’af atas segala kekurangannya. Yang terakhir, kami semua mohon do’a, khususnya kepada bapak/ibu wali wisudawan wisudawati agar Pondok kita semakin maju, kwantitas santrinya bertambah banyak dan kwalitas tambah meningkat dimasa-masa yang akan datang.
Demikian, kurang lebihnya minta ma’af.
والسّلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Dari Guru dan Ayahmu,
KH. Moh. Tholhah, S.Ag.
{Tulisan ini saya kutip dari Pesan, Nasehat dan Harapan Pimpinan Pondok dalam acara “Khutbatul Ikhtitam” Santri Akhir Alumni ke-45 pada hari Sabtu, 18 Juni 2011 di Gedung Auditorium Pondok Pesantren “Wali Songo” Ngabar Ponorogo}

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s