Sejuta Semut dalam Wajan

# Part 1

Tepat satu pekan kita memulai Musyawarah Nasional (Munas) MP/AP se-Indonesia Pertama tukjurusan kita.Banyak sekali kisah yang bisa dibingkis untuk dibawa pulang seusai pertemuan selama 4 hari di kampus Bumi Siliwangi tu, salah satunyaIMMAPSI .ya… yang merupakan singkatan dari Ikatan Mahasiswa Manajemen Pendidikan/Administrasi Pendidikan Seluruh Indonesia menjadi sebuah oleh-oleh berharga yang patut dibagikan tuk semua masyarakat MP/AP di seluruh Kampus di Indonesia. Sebuah organisasi yang sangat dinanti kehadirannya selingkung kita, harapan tertumpu untuk diwarnai dengan perjuangan dan pengorbanan yang didasari perasaan senasib seperjuangan untuk menggapai asa lulusan MP/AP yang lebih cerah. Masih terbayang ketika kegiatan Munas dibuka dengan Seminar Nasional yang disampaikan oleh dua sosok luar biasa, beliau Prof. Bedjo, seorang Rektor Universitas Negeri Jakarta yang kali ini berkapasitas sebagai ketua ISMAPI (Ikatan Sarjana Manajemen Pendidikan Indonesia), dan DR. Tatang selaku ketua Prodi Manajemen Pendidikan Pasca sarjana di UPI Bandung. Banyak sekali pelajaran berharga yang kami dapatkan, mulai dari pemaparan kronologi pendidikan guru di Indonesia hingga kisah-kisah menarik di negeri tirai bamboo hasil pengalaman pribadi DR. Tatang yang berhasil menghipnotis semua hadirin, menjadikan kami tertawa terbahak-bahak menggema di segala penjuru ruangan.
Hari pertama Munas diawali dengan penyusunan schedule kegiatan selama Munas berlangsung. Hampir dua setengah jam waktu dihabiskan untuk perdebatan penyusunan jadwal doang, tampak beberapa wakil fraksi sedikit bersitegang untuk mempertahankan pendapat baikmasing-masing, seolah mereka tau dan sadar diri kalaulah keberadaan mereka di acara ini sebagai duta dari sekian ratus teman yang tidak sempat hadir di TKP. Kala itu, hanya satu hal yang terbesit difikiran saya, “untuk meresmikan satu lembar, yang berisikan tiga hari jadwal kegiatan, dan terdiri dari sepuluh table saja, memerlukan waktu selama ini, so, bagaimana dengan penyusunan AD/ART yang setebal kasurs pring begitu…???”.
Jarum jam berputar, detik pun terus berdetak, menjadikan hari berganti, di keesokan harinya, wajah fresh mulai tampak dari wajah semua peserta, berbeda 100 derajat dari hari sebelumnya, menandakan mereka sangat lebih siap tuk bertarung pendapat guna melahirkan suatu rumusan AD/ART yang sesuai dengan visi, misi dan tujuan organisasi baru tersebut. syukur Alhamdulillah musyawarah hari itu berjalan mulus sekalipun terdapat banyak perdebatan alot khususnya ketika membahas poin-poin utama, seperti nama organisasi, lambang, hingga pembahasan detail tentang keanggotaan. Hari itujuga target kami meleset, dijadwalkan pembahasan sudah kelar, eh ternyata membutuhkan injuri time beberapa kali pertemuan lagi hingga berakhir pada pukul 03.30 dinihari (hampir 70% peserta sdnyatakan terkapar sementara).
Pagi itu, Tepat hari Minggu, 16 Desember 2012, pukul 09.40 kami menyaksikan dengan khidmat pembacaaan deklarasi pendirian IMMAPSI yang dikenal dengan Deklarasi Bumi Siliwangi, sebuah deklarasi yang dipelopori oleh Sembilan kampus yang hadir, mereka adalah Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Negeri Makassar (UNM), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN Sahid), Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Universitas Negeri Padang (UNP), dan STKIP Muhammadiyah Bogor. Masih terekam jelas betapa semangat berkobar para pejuang muda ketika serentak membacakan deklarasi pendirian tersebut, apalagi seusai itu menyusul lagu Indonesia Raya yang menjadi menu pelengkap kobarans emangat untukmenjadikan IMMAPSI sebagai organisasi yang tidak dapat dipandang sebelah mata. Setelah terbentuknya organisasi, segera saja semua peserta menyusun kriteria dan langkah-langkah pemilihan ketua organisasi, hingga pada akhirnya, terpilihlah beberapa peserta yang diamanati untuk memimpin organisasi baru yang menaungi jurusan MP/AP sejagad Indonesia ini, mereka adalah Wildan Karim Anggaperbata (dari UPI) sebagai Ketua Umum, Sari (dari UNP) sebagai Ketua Wilayah I (meliputi Sumatera), Ady Setiawan (dari Unesa) sebagai ketua Wilayah II (meliputi Jawa, Madura, Bali, dan Nusa Tenggara), dan satu lagi kawan dari UNM dipercaya untukmemimpin wilayah III (Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Irian Jaya). Pelantikan pengurus dilakukan tepat pada pukul 11.25 WIB, atau 2 jam setelah deklarasi.
Dengan usainya penyematan pengurus bukan berarti usai pula tugas yang diemban. Justru selesainya acara berarti terbukanya pintu perjuangan semua keluarga besar IMMAPSI untuk bersama-sama mewujudkan tujuan bersama melalui wadah kekeluargaan ini. beberapa titik terang mulai dapat ditemukan, kemarin ketua Umum (Kang Wildan) mengabari saya kalau beliau sudah mengantongi nomor kontak ibu Illah, seorang Direktur Direktorat Akademik dan Kemahasiswaan di Dikti, Kemendikbud. Kang wildan juga menyampaikan kalau dalam hari yang sama telah meng-email pesan untuk ibu Illah terkait masalah legalitas organisasi kita. Hanya sampai detik ini belum ada balasan dari beliau, semoga respon positif bisa segera didapatkan dalam waktu dekat ini. amin. Dengan bertanya langsung ke “orang dalam” diharapkan juga kita lebih mantap untuk menyiapkan semua berkas legalitas yang menjadi target utama selama setahun pertama ini. Dukungan rekan-rekan MP/AP se-Indonesia tentunya akan sangat menentukan perjuangan ini.
Selain itu, hope yang bisa dituliskan pada part ini juga, hari ini Alhamdulillah logo IMMAPSI sudah kelar dikerjakan, hasilnya sungguhlebihmantapdarikarya original kami (anak-anak team kreatif logo), hasilnya lebih mulus dan elegan. Semoga logo akan mengsugesti kobaran semangat kita semua untuk selalu bersatu sesuai makna logo yang dicetuskan pada hari kedua Munas kemarin.
Kabar lain, hari ini atau esok, sesuai pesan ketupel Munas Kang Ridwan, kalau panitia akan segera men-share semua berkas hasil Munas yang dipadukan logo IMMAPSI dan semua peluru yang dibutuhkan untuk menjalankan misi sosialisasi ke segala penjuru Nusantara. Bisa dibayangkan, jika sekarang baru ada 9 kampus yang bergabung, setiap kampus rata-rata beranggotakan 400-an mahasiswa, berarti baru ada 3600 mahasiswa yang bergabung. Jika misi sosialisasi besar-besaran tercapai dalam 1 tahun ke depan, dan mampu memasuki ke berbagai kampus yang memiliki jurusan MP/AP (sementara terdeteksi lebih dari 60 kampus), berarti semua akan berjumlah 24.000 orang mahasiswa MP/AP se-Indonesia. Amazing. Bagaikan sejuta semut yang berada di satu waja, bukan..??? mereka bersatu menyatukan kekuatan untuk mengangkat sebongkah gula merah bersama-sama.

Mari satukan langkah tukgapai target super di atas.
Dengan bersama, semua jadi lebih mudah.
Semangat kawan…!!!
Hidup IMMAPSI…!!!

(Pembahasan akan dilanjutkan pada Hope selanjutnya)
IMMAPSI
(Ikatan Mahasiswa Manajemen Pendidikan dan Administrasi Pendidikan Seluruh Indonesia)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s