Mencari Berkah di Bulan Syawal

Jum’at hari ini adalah jum’at kedua bulan Syawal, kata Syawal bermakna peningkatan. Kata syawal setidaknya sering dipakai dalam tiga hal; pertama ketika salah satu dari Timbangan naik karena diberikan beban, itu dimaknai syawal pada bagian yang naik ke atas;

kedua, biasanya ekor hewan turun ke bawah seperti ekor ayam, ekor kucing, ekor burung, dll, namun ada sebagian kecil ekor hewan yang naik ke atas, seperti ekor kalajengking, maka ini bermakna syawal;

ketiga, ketika unta dikerubungi lalat, lalu unta menaikkan ekornya untuk mengusir lalat yang ada. Maka saat itu ini diartikan syawal. Artinya, syawal bermakna naik ke atas atau peningkatan.

Oleh karena itu, diperintahkan puasa enam hari di bulan syawal agar semangat Ramadhan tidak langsung padam akan tetapi terus meningkat. Apa saja yang perlu meningkat? Tentu yang diharapkan meningkat tiga hal: yaitu meningkat ilmu, meningkat amal, dan meningkatkan iman. Sehingga inti dari syawal adalah, anjuran dan harapan agar senantiasa terus mengalami peningkatan. Sebelumnya mungkin ada di antara kita yang masih belum istiqamah shalat wajib lima waktu, maka sejak lepas Ramadhan ini mulai istiqamah shalat lima waktu. Belum tepat waktu – sekarang tepat waktu. Masih shalat sendiri – shalat berjamaah. Masih berjamaah di rumah – shalat jamaah di Mushola atau masjid terdekat. Begitupun dengan amalan lainnya.

Sebuah kata Mutiara mengatakan:

من كان يومه خيرا من أمسه فهو رابح، ومن كان يومه مثل أمسه فهو مغبون ومن كان يومه شرا من أمسه فهو ملعون

“Barangsiapa yang harinya (hari ini) lebih baik dari sebelumnya, maka ia telah beruntung, barangsiapa harinya seperti sebelumnya, maka ia telah merugi, dan barangsiapa yang harinya lebih jelek dari sebelumnya, maka ia tergolong orang-orang yang terlaknat”

Hadirin Sidang Jama’ah Jumat Rahimakumullah,

Meningkatkan amal sholeh untuk mendapatkan peningkatan rahmat Allah, peningkatan pertolongan Allah, dan peningkatan kebaikan yang dikenal dengan kata Berkah.

BERKAH adalah salah satu kata –selain salam dan rahmat— yang terkandung dalam salam Islam —Assalamu‘alaikum warohmatullahi wabarokaatuh. Semoga keselamatan, rahmat Allah, dan keberkahan selalu menyertai Anda (kalian).

Kata berkah juga termasuk dalam doa kita kepada yang menikah: baarokalloohu lakuma…. Semoga keberkahan Allah untuk kalian berdua (pasangan pengantin).

Dalam khotbah Jumat, khotib biasanya menutup khutbah pertama  dengan ungkapan baarokallohu lii walakum, semoga berkah Allah untukku dan untuk kalian. Demikian pula di akhir khotbah kedua sebelum doa penutup khotbah.

Menurut bahasa, berkah –berasal dari bahasa Arab: barokah (البركة), artinya nikmat (Kamus Al-Munawwir, 1997:78). Istilah lain berkah dalam bahasa Arab adalah mubarak dan tabaruk.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008:179), berkah adalah “karunia Tuhan yang mendatangkan kebaikan bagi kehidupan manusia”.

Menurut istilah, berkah (barokah) artinya ziyadatul khair, yakni “bertambahnya kebaikan” (Imam Al-Ghazali, Ensiklopedia Tasawuf, hlm. 79).
Para ulama juga menjelaskan makna berkah sebagai segala sesuatu yang banyak dan melimpah, mencakup berkah-berkah material dan spiritual, seperti keamanan, ketenangan, kesehatan, harta, anak, dan usia.

Dalam Syarah Shahih Muslim karya Imam Nawawi disebutkan, berkah memiliki dua arti: (1) tumbuh, berkembang, atau bertambah; dan (2) kebaikan yang berkesinambungan. Menurut Imam Nawawi, asal makna berkah ialah “kebaikan yang banyak dan abadi”.

Dalam keseharian kita sering mendengar kata “mencari berkah”, bermaksud mencari kebaikan atau tambahan kebaikan, baik kebaikan berupa bertambahnya harta, rezeki, maupun berupa kesehatan, ilmu, dan amal kebaikan (pahala).

Dalam Al-Qur`an kata berkah (barakah) hadir dengan beberapa makna, di antaranya: kelanggengan kebaikan, banyak, dan bertambahnya kebaikan. Al-Quran sendiri merupakan berkah bagi manusia sebagaimana firman-Nya:

“Ini (Al-Quran) adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu, penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya orang-orang yang mempunyai pikiran mendapatkan pelajaran.” (QS. Shaad: 29).

 

Berkah dalam arti kebaikan, keselamatan, dan kesejahteraan tercantum dalam ayat berikut ini:

“Jika sekiranya penduduk negeri-negeri itu beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.” (QS. Al-A’raf: 96).

 

Dalam hadits juga banyak ditemukan kata berkah, semuanya mengarah pada kebaikan dan pahala.

 

“Berkumpullah kalian atas makanan dan sebutlah nama Allah, maka Allah akan memberikan keberkahan pada kalian di dalamnya.” (HR. Abu Daud)

 

Hadirin Sidang Jama’ah Jumat Rahimakumullah,

Salah satu hal yang menjadi keinginan tertinggi seorang muslim adalah ia berharap agar dirinya, anak-istri, harta serta saudara-saudaranya sesama muslim termasuk sesuatu yang diberkahi oleh Allah. Ia menginginkan keberkahan pada dirinya. Keberkahan pada hartanya. Keberkahan pada istri dan anaknya. Dan saudara-saudaranya sesama muslim.

Keberkahan harta misalnya, dengan jumlah penghasilan sama per bulan, dengan keberkahan akan mendapatkan hasil yang berbeda. Dua keluarga dengan jumlah anggota keluarga yang sama, mendapatkan penghasilan yang sama selama sebulan, misalnya senilai 10 juta, salah satu keluarga mendapatkan berkah Allah, dengan hartanya mereka berbahagia, anak-anak mereka mudah diarahkan dan tumbuh dengan prestasi Pendidikan yang baik, keluarga mereka bisa bersedekah dan menyayangi kedua orang tua mereka yang telah tua. Namun keluarga yang lainnya, dengan 10 juta masih merasa kurang sekali, putra-putrinya sangat susah diarahkan, bahkan terjerat pidana, istrinya pun susah diarahkan. Ini hanyalah salah satu contoh keberkahan dalam kehidupan.

Hadirin Sidang Jama’ah Jumat Rahimakumullah,

Wajib bagi kita mengetahui bahwa keberkahan adalah sebuah anugerah Allah kepada siapa yang Dia kehendaki. Karena keberkahan ada di tangan Allah ﷻ. Allah ﷻ berfirman,

مَا يَفْتَحِ اللَّهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا وَمَا يُمْسِكْ فَلَا مُرْسِلَ لَهُ مِنْ بَعْدِهِ

“Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorang pun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorang pun yang sanggup melepaskannya sesudah itu.” (QS:Faathir | Ayat: 2).

Keberkahan adalah pemberian dan anugerah dari Allah. Dan Keberkahan adalah pemberian Allah ﷻ yang tidak akan didapatkan kecuali dengan menaati-Nya. Maka hal ini sejalan dengan tujuan kita berpuasa kemarin selama Ramadhan, yaitu untuk “la’allakum tataqun”. Yang mana taqwa adalah manisfestasi dari kata “taat” kepada Allah, sehingga salah satu tujuan dari taqwa atau taat ataupun takut kepada Allah adalah agar mendapatkan anugerah berupa “berkah” dari Allah selama hidup di dunia yang akan berefek pada harapan mendapatkan ridho Allah di hari pembalasan kelak.

Hadirin Sidang Jama’ah Jumat Rahimakumullah,

Keberkahan turun kepada manusia akan berbanding lurus dengan ketaatannya, penjagaannya terhadap ibadah, dan menjauhkan diri dari maksiat.

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS:Al-A’raf | Ayat: 96).

Allah ﷻ menyebutkan “beriman dan bertakwa”, dengan dua hal inilah keberkahan dapat digapai. Seseorang beriman kepada Allah dengan segala yang Dia perintahkan. Iman dengan keenam pokoknya yang agung. Beriman kepada Allah, kepada malaikat-malaikat-Nya, kepada kitab-kitab-Nya, kepada rasul-rasul-Nya, kepada hari akhir, dan kepada takdir yang baik dan yang buruk. Ketika hati seseorang terpenuhi dengan keimanan, dan merealisasikannya dengan sempurna, maka keberkahan akan turun kepadanya sesuai dengan kadar realisasi yang ia lakukan.

Bertakwa kepada-Nya dengan melakukan apa yang Dia perintahkan dan menjauhi apa yang Dia larang. Jadi takwa kepada Allah ﷻ bukan hanya sebatas perkataan di bibir saja. Bukan pula hanya pengakuan semata. Namun takwa yang sebenarnya adalah beramal menaati Allah berdasarkan petunjuk dari-Nya dengan mengharapkan pahala dari-Nya, dan meninggalkan perbuatan dosa berdasarkan petunjuk dari Allah disertai dengan rasa takut akan adzab-Nya.

Hadirin Sidang Jama’ah Jumat Rahimakumullah,

Berdasarkan ayat tadi seakan semakin menegaskan bahwa keberkahan tidaklah diperoleh kecuali dari Allah, tidak dari selain-Nya. Dan diperoleh dengan cara menaati-Nya.

Barangsiapa yang menginginkan keberkahan pada dirinya, keluarganya, rumahnya, hartanya, maka hendaknya ia memperbanyak ibadah dan ketaatannya kepada Allah. Dengan cara senantiasa mengingat-Nya, memuji-Nya, bertasbih kepada-Nya, dan membaca dzikir-dzikir atau kalimat-kalimat yang penuh berkah.

Hadirin Sidang Jama’ah Jumat Rahimakumullah,

Shalat adalah di antara ibadah yang paling utama menghantarkan keberkahan kepada seorang hamba. Dan demikian juga dengan amal ketaatan secara umum. Bersholawat, dan berdoa, ataupun Menyambung silaturahim adalah keberkahan bagi manusia dalam kehidupannya. Berbuat baik kepada orang tua. Bermuamalah kepada sesama manusia dengan cara yang baik. Semua itu adalah wasilah agar mendapat keberkahan. Memakan makanan yang halal dan menjauhi yang haram juga merupakan wasilah mendapatkan keberkahan. Menjauhi perbuatan dosa dan hal-hal yang dapat menyebabkan Allah ﷻ murka. Semua itu dapat mendatangkan keberkahan.

Sebagaimana maksiat dapat menghilangkat keberkahan, ketaatan merupakan sebab untuk mendapatkannya. Hilangnya keberkahan karena dusta, curang, menipu manusia, dll. Dan didapatkan dengan berdagang secara jujur, amanah, dan muamalah yang baik.

Hadirin siding jamaah jumat rahimakumullah

Dengan salah satu amalam utama shalat berjamaah di mushola terdekat atau di masjid ini, semoga memancing keberkahan Allah turun untuk desa kita, keberkahan turun untuk masing2 rumah kita sehingga kita semua di majelis ini hidup penuh dengan keberkahan dari Allah. Amin.

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم، بسم الله الرحمن الرحيم:

وَالْعَصْرِ #إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ # إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

. بارك الله لي ولكم في القران العظيم ونفعني وإياكم بما فيه من الايات والذكرالحكيم، وتقبل مني ومنكم تلاوته إنه هو الغفور الرحيم، وقل رب اغفر وارحم وأنت خيرالراحمين

KHUTBAH KE-II

 

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْلِىْ ذُنُوْبِىْ وَلِوَالِدَىَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِىْ صَغِيْرًا. وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ،اَلْاَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ، وَتَابِعْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ بِالْخَيْرَاتِ، رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُالرَّاحِمِيْنَ

Ya Allah Ya Rabb, Ampunilah dosa kami, ampuni doa kedua orang tua kami, ampuni dosa kakek-nenek, dan keluarga kami, ampuni dosa guru-guru kami, ampuni dosa seluruh kaum muslimin musliman, yang masih hidup mauupun yang telah tiada.

 

Allahumma la tada’ lana fi maqamina haza zanban illa gafartah, wa la hamman illa farrajtah, wa la hajatan illa qadaitaha wa yassartaha, fayassir umurana, wasyrah sudurana, wa nawwir qubulana, wakhtim bis-salihina a’malana

Ya Allah, janganlah Engkau tinggaklan kami dari dosa pun kecuali Engkau mengampuninya, tiada suatu kesusahan hati, kecuali Engkau melapangkannya, tiada suatu hajat keperluan kecuali Engkau penuhi dan mudahkan, maka mudahkanlah segenap urusan kami dan lapangkanlah dada kami, terangilah hati kami dan sudahilah semua amal perbuatan kami dengan amal yang saleh.

Ya Allah Ya Tuhan Kami, Hanya Kepadamu Kami Menyembah, Hanya Kepadamu Kami meminta pertolongan.

Ya Allah Ya Rabb, anugerahkan kami kekuatan iman, mampukanlah kami berbuat baik dan beramal sholeh. Dan jadikan kami hamba-hambamu yang pandai Bersyukur.

Ya Allah Ya Rabb, berkahi kehidupan kami semua yang ada di masjid ini, berkahi keluarga kami dengan berkahMu. Jadikan anak-anak kami, putra-putri yang sholeh sholehah, anak yang mudah diarahkan, dan bisa membanggakan. Berkahi harta kekayaan kami, agar kami senantiasa bisa bersyukur, agar kami bisa memberi dan bersedekah, agar kami dipenuhi rasa syukur kepadamu

Ya Allah ya Rabb, berkahi desa kami dengan ridha dan rahmatMu. Anugerahkan desa kami generasi-generasi yang sholeh-sholehah, generasi yang cinta ilmu agama dan ilmu pengetahuan, generasi yang menghormati orang tua dan menjunjung akhlak mulia, generasi penghafal dan pecinta Al-Qur’an serta generasi memperjuangkan agama Islam.

Ya Allah Ya Rabb, hari ini kami memohon, jadikanlah desa kami, desa yang akan melahirkan generasi kuat, kuat agama dan ilmu pengetahuan, generasi yang kelak menjadi pemimpin masa depan, dan generasi yang membawa manfaat bagi masyarakat.

Ya Allah Ya Rabb, berkahi desa kami, berkahi daerah kami, daerah yang guyub rukun, daerah yang saling hormat-menghormati, daerah yang menjalankan kewajibanmu, daerah yang ramai masjid dan musholanya dengan sholat lima waktu dan bacaan kitab suci Al-Qur’an,

Ya Allah Ya Rabb, berkahi daerah kami, daerah yang memiliki ustadz-ustadz yang bersatu dalam membimbing umatnya, berkahi daerah kami dengan pemimpin yang berakhlak baik, pemimpin yang adil dan mencintai rakyat, pemimpin yang membawa perubahan kebaikan, dan pemimpin yang menolong agamamu.

Ya Rabb, bukakan pintu hati kami agar selalu sadar bahwa hidup ini hanya mampir sejenak, hanya Engkau tahu kapan ajal menjemput kami, jadikan sisa umur menjadi jalan kebaikan bagi diri kami dan bagi ibu bapak kami.

Berkahi hidup kami semua ya Allah.

——————-

 

عِبَادَ اللهِ , إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ

 

*disampaikan pada Khutbah Jumat (22/06/2018) di Masjid Ar-Rahman, Desa Merarai Satu, Kec. Sungai Tebelian, Kab. Sintang oleh Ady Setiawan


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s