Akhirnya Nyoblos Juga

Pucuk di cinta, ulam pun tiba. Hari Ini, 27 Juni 2018 menjadi hari yang sangat bersejarah. Hari ini pertama kali saya bisa ikut pemilu. KTP usia 17 tahun sudah di tangan. Surat panggilan setiap pemilu selalu sampai di rumah. Tapi apalah daya. Fisik nun jauh di mana. Hehe. Selama 8 tahun suaraku sia-sia. Mulai Pilkades, Pilbup, Pilgub, sampai Pilpres juga Pilpres lewat gitu aja. Karena setiap kali pemilu, selalu saja di rantau.

2014 lalu saat Pilpres. Ingin mencoblos. Posisi saya sedang di Jakarta, sedang magang di Kementerian Pendidikan. Ceritanya ingin ikut bersuara, niatnya urus sana urus sini. Tapi ya begitu, karena kesibukan dan kurang luwes wira-wiri. Pilpres pun melenggang begitu saja. Yang ada saat Pilpres malah jalan-jalan ke Dufan, Ancol, dan sekitarnya. Sama dia, iya dia hehe dan beberapa kawan.

Pagi ini saya bergegas, sengaja melamakan keberadaan di rumah, alasannya mudik, sudah hamper tiga minggu di rumah, rasanya ini salah satu mudik terlama selama merantau. Sejak semalam sudah kefikiran, membayangkan, berangan-angan. Bagaimana ya rasanya di dalam bilik suara. Bagaimana ya rasanya menusukkan paku di atas surat suara. Bagaimana ya rasanya menyelupkan jari ke tinta, nyessss pasti gitu. Pagi-pagi hamper jam 8, Bersama Bapak Ibu bergegas tancap gas, takut antri.

Setelah sampai di TKP, bayangan buyar. Suasana biasa saja, lenggang tanpa antri. Usut punya usut karena banyaknya TPS di desa ini. sebagian besar profesi penduduk pun petani, jadi mereka memilih pagi-pagi benar untuk datang bersuara. Nama dipanggil, segera saya ambil surat suara. Dag dig dug saat masuk bilik suara. Membuka kertanya, melihat dengan seksama. Sebenarnya ini hanya alibi saja, biar bisa menikmati sensasi menyoblos perdana sedikit lebih lama di dalam bilik suara.

Semasa bapak masih bertugas sebagai kepala desa dulu. Dulu sekali, pas di Sulawesi. Bilik suara dan antek-anteknya adalah sahabatku. Barang-barang ini cukup sering saya temui, bahkan ada yang pernah dititipkan di rumah. Tapi saat itu belum usia memilih, jadi ya hanya sekedar menyaksikan saja.

Di Kalimantan Barat, ada tiga Paslon, Pertama pasangan Mantan Bupati SIntang dua periode dan Wakil Bupati Ketapang; Kedua pasangan Bupati Landak dan Bupati Bengkayang dua periode; dan ketiga pasangan Walikota Pontianak dan Bupati Mempawah yang sama-sama dua periode.

Keenam orang ini sama-sama memiliki niat baik untuk memajukan Kalbar yang tergolong masih belum maju. Terlalu banyak PR Kalbar, Pendidikan, sarpras, infratruktur, ekonomi, dan lain-lain lah. Namun hari ini kita harus memilih, berikhtiar memilih yang terbaik.

Kalau ditanya milih mana, saya jawab, “TIGA”. Kenapa tiga? karena itu pilihan yang menurut saya terbaik di antara yang baik-baik itu. Bagaimana pun hasilnya nanti, kita harus menerima dengan lapang dada, siap berjuang Bersama pemimpin yang terpilih.

Apapun itu, hari ini hari yang bersejarah, karena akhirnya nyoblos juga. Alhamdulillah.

(ady)

Akhirnya nyolos juga
Suasana TPS 4 di Balaidesa Merarai Satu

2 thoughts on “Akhirnya Nyoblos Juga

  1. Keluarganya juga semula berpendapat, tak perlu ikut serta lagi untuk memilih dengan alasan yang sama, sudah tua sehingga dianggap tidak diperlukan lagi untuk menentukan pilihan. “Nyoblos tidak nyoblos tidak akan mempengarui hidupnya” itulah anggapannya.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s