Hanana Takiya Setiawan

Sedikit berbagi tentang nama itu. Tulisan ini akan sangat subjektif, karena menjelaskan kronologi singkat ditentukannya nama tersebut untuk putri kami.

Kamis malam, 20 Februari 2020 seperti biasa, agenda mengaji bersama Istri tercinta. Saat itu kami memilih untuk membaca Surat Maryam. Setelah usai, kami lanjutkan pembacaan arti di mulai dari awal ayat. Alih-alih menemukan inspirasi nama yang dianggap paling tepat.

Satu persatu terjemah ayat dibaca, satu persatu pula makna dicermati. Kira-kira kata apa yang bisa dijadikan kandidat nama.
Saya terhenti di ayat ke-13. Makna ayat yang mengisahkan profil Nabi Yahya. Betapa di usia beliau sudah begitu banyak diberikan kemuliaan.

Di antara kemuliaan itu adalah sifat, “Hanaanaa” atau Kasih sayang (kepada sesama), bahkan menurut penjelasan salah satu Ustadz, kasih sayangnya juga kepada para hewan dan tumbuhan.

Ayat tersebut ditutup dengan kata, “Kaana Taqiyya” atau Dia (Yahya) adalah hamba yang bertaqwa.

Dua kalimat ini menjadi fokus saya, pembuka dan penutup ayat.
Setelah proses pencarian literasi juga referensi dan diskusi dengan kawan yang lebih ahli, alumni Pesantren dan membidangi hal tersebut.

Diketahui bahwa kata “Hanaanaa” hanya terdapat di satu ayat di dalam al-Qur’an, sementara kata “Taqiyya” hanya tertulis tiga kali di keseluruhan ayat.

Menjadi pertanyaan hingga saat ini. Mengapa kata “Hanana” hanya ada di satu tempat. Mengapa sifat “Hanaanaa” hanya diberikan kepada Nabi Yahya, yang nama “Yahya” pun langsung diberikan oleh Allah. Mengapa pula tidak menggunakan kata “Kasih Sayang” yang lebih familiar, seperti kata “Rahmah”.

Selama proses pencarian itu pula, kami baru menyadari bahwa nama tersebut identik dengan nama salah seorang Ustadz ternama, Ust. Hanan Attaki.
Bedanya nama beliau mengandung makna “Subjek” atau “Faail” sementara kata yang kami pilih bermakna “Sifat”.

Kata حنانا atau “Hanana” dalam ayat ini tidak menunjukkan kesamaan arti dengan kata dalam lagu “Ya Hanana” yang terkenal itu. Ya Hanana yang semestinya ditulis يَا هَنَانَــــــــا atau “Ya Hana Na” dalam lagu menunjukkan makna, “Betapa Beruntungnya kami” — karena adanya/datangnya Nabi Muhammad SAW.

Kata “Hanaanaa — ditulis Hanana” sesuai dengan penulisannya dalam al-Qur’an.

حنانا = رحمة و عطفا على النّاس
bermakna = Rasa kasih sayang dan berbuat baik kepada sesama manusia

Sementara kata “Taqiyya — ditulis Takiya” disesuaikan dengan kemudahan penulisan dan pelafalan Indonesia. Layaknya kata Taqwaa — Takwa, Luqmaan — Lukman, Adzan — Azan, dan lain-lain.

تَقيّة = (اسم) مصدر تَقَى, خوف الله
bermakna = Sifat takut (bertakwa) kepada Allah SWT
Kata “Taqiyya” yang menunjukkan dhomir laki-laki (Nabi Yahya), disesuaikan menjadi Taqiyyah untuk menunjukkan dhomir perempuan.

Ringkasnya, Terjemah dari tafsir Jalalain menuliskan sebagai berikut:

وحنانا﴾ رحمة للناس﴿من لدنا﴾ من عندنا﴿وزكاة﴾ صدقة عليهم﴿وكان تقيا﴾ روي أنه لم يعمل خطيئة ولم يهم بها﴿.

Sementara terjemah Kemenag menuliskan arti dari Surah Maryam ayat 13 itu sebagai berikut:
“dan (Kami jadikan) rasa kasih sayang (kepada sesama) dari Kami dan bersih (dari dosa). Dan dia pun seorang yang bertakwa”.

Maka pada Rabu, 8 April 2020 bertepatan dengan 15 Sya’ban 1441 H, dengan memohon keridhoan Allah SWT kami memilih dan menetapkan nama “Hanana Takiya Setiawan” sebagai nama untuk putri pertama kami tercinta.


Hanana Takiya Setiawan

Lahir di Singkawang, Kalimantan Barat

Kamis, 23 April 2020 M / 29 Sya’ban 1441 H, Pukul 02.20 WIB


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s